Banyak yang berpikir “kalau benar Allah itu ada, kenapa Dia tidak terlihat?”
Faktanya keberadaan sesuatu tidak selalu ditentukan apakah bisa terlihat atau tidak, coba kita pikirkan sinyal wifi, kita tidak bisa melihat sinyal itu tetapi kita tahu bahwa sinyal itu ada karena perangkat kita dapat terhubung ke internet. Terlebih besar dan ajaib lagi dengan Allah meskipun kita tidak bisa melihat keberadaannya dengan mata fisik kita, namun kita dapat merasakan keberadaannya lewat dampak yang kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita melihat alam semesta yang teratur seperti matahari yang terbit dan terbenam dengan pola tertentu, hukum fisika yang konsisten maka bukanlah hal yang tidak masuk akal untuk kita percaya bahwa ada sesuatu yang tak terlihat namun mengatur semuanya.
Sebenarnya sejarah juga mencatat bahwa Allah sudah memperkenalkan diri-Nya kepada manusia melalui Yesus Kristus, yang datang ke dunia untuk menyatakan kepada kita siapa Allah itu dan bagaimana kita bisa berhubungan dengan-Nya. Yesus menunjukkan kasih dan kepedulian Allah kepada kita, menyediakan jalan untuk kita memahami dan mengalami kehadiran Allah secara pribadi, tidak hanya sebagai kekuatan yang tak terlihat, tetapi sebagai Bapa yang penuh kasih dan peduli terhadap kita.
Jadi, meskipun kita tidak bisa melihat Allah secara langsung, dampak & karya-Nya dalam kehidupan kita jelas terasa. Melalui Yesus Kristus, kita mendapatkan anugerah untuk dapat mengenal: memahami & merasakan kehadiran Allah secara pribadi. Dalam anugrah-Nya, Roh Kudus bekerja dengan ajaib, membuka hati dan pikiran, sehingga kita dipimpin oleh terang FirmanNya dalam mengeksplorasi lebih jauh tentang siapa Allah sebenarnya dan bagaimana Dia ingin berhubungan dengan kita.
